Tampilkan postingan dengan label Cinta Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta Indonesia. Tampilkan semua postingan
5 Produk Dalam Negeri
1. Panser Anoa
Namanya terilhami dari mamalia khas Sulawesi, Anoa tampilannya tidak kalah dengan buatan Eropa. Kelahirannya disiapkan untuk mewujudkan kemandirian di bidang alutsista oleh Departemen Pertahanan dan PT Pindad. Panser beroda 6 ini mampu melaju hingga kecepatan 90 Km/jam. Mampu melompati parit selebar satu meter dan menanjak dengan kemiringan sampai dengan 45 derajat. Panser ini dilapisi baja anti peluru yang apabila diberondong dengan AK47 atau M-16 dijamin tidak akan tembus.
2. Pesawat Gatotkaca N-250
Pesawat ini adalah pesawat regional komuter turboprop rancangan asli IPTN (Sekarang PT. Dirgantara Indonesia) Diluncurkan tahun 1995. Kode N artinya Nusantara, menunjukan bahwa desain, produksi dan perhitungannya dikerjakan di Indonesia atau bahkan Nurtanio, yang merupakan pendiri dan perintis industry penerbangan di Indonesia. Pesawat ini diberi nama Gatotkaca dan primadona IPTN merebut pasar kelas 50-70 penumpang.
3. KRI-Krait-827
Kapal perang ini merupakan hasil saling tukar ilmu antara TNI AL lewat fasharkan (Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan) Mentigi dan PT Batan Expressindo Shipyard (BES), Tanjung Guncung. Dikerjakan selama 14 Bulan dan 100 % ditangani oleh putra-putri Indonesia. Berbahan baku aluminium, bertonase 190 DWT dengan jarak jelajah sekitar 2.500 Mil. Dilengkapi dengan radar dengan jangkauan 96 Nautical Mil (setara 160 Km) dengan system navigasi GMDSS area 3 dengan kecepatan terpasang 25 Knots.
4. Smart Eagle II (SE II)
Merupakan Prototype pertama UAV (Unman Aerical Vehicle) yang dibuat PT. Aviator Teknologi Indonesia guna kepentingan intelegen Indonesia. SE II menggunakan mesin 2 tak berdiameter 150cc, mampu terbang hingga 6 Jam. Dilengkapi dengan colour TV Camera. Mampu beroperasi dimalam hari dengan menggunakan Therman Imaging (TIS) kamera untuk opsi penginderaannya.
5. Mobil Arina-SMK
Mobil ini dirancang menggunakan mesin sepeda motor dengan kapasitas mesin 150cc, 200cc dan 250cc. Konsumsi bensin hanya 1 liter untuk 40 km. Panjang 2,7 meter, lebar 1,3 meter dan tinggi 1,7 meter sehingga bisa masuk jalan dan gang yang sempit. Dinamakan Arina-SMK karena pembuatannya bekerja sama dengan Armada Indonesia (Arina) dengan siswa-siswa SMK.
Namanya terilhami dari mamalia khas Sulawesi, Anoa tampilannya tidak kalah dengan buatan Eropa. Kelahirannya disiapkan untuk mewujudkan kemandirian di bidang alutsista oleh Departemen Pertahanan dan PT Pindad. Panser beroda 6 ini mampu melaju hingga kecepatan 90 Km/jam. Mampu melompati parit selebar satu meter dan menanjak dengan kemiringan sampai dengan 45 derajat. Panser ini dilapisi baja anti peluru yang apabila diberondong dengan AK47 atau M-16 dijamin tidak akan tembus.
2. Pesawat Gatotkaca N-250
Pesawat ini adalah pesawat regional komuter turboprop rancangan asli IPTN (Sekarang PT. Dirgantara Indonesia) Diluncurkan tahun 1995. Kode N artinya Nusantara, menunjukan bahwa desain, produksi dan perhitungannya dikerjakan di Indonesia atau bahkan Nurtanio, yang merupakan pendiri dan perintis industry penerbangan di Indonesia. Pesawat ini diberi nama Gatotkaca dan primadona IPTN merebut pasar kelas 50-70 penumpang.
3. KRI-Krait-827
Kapal perang ini merupakan hasil saling tukar ilmu antara TNI AL lewat fasharkan (Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan) Mentigi dan PT Batan Expressindo Shipyard (BES), Tanjung Guncung. Dikerjakan selama 14 Bulan dan 100 % ditangani oleh putra-putri Indonesia. Berbahan baku aluminium, bertonase 190 DWT dengan jarak jelajah sekitar 2.500 Mil. Dilengkapi dengan radar dengan jangkauan 96 Nautical Mil (setara 160 Km) dengan system navigasi GMDSS area 3 dengan kecepatan terpasang 25 Knots.
4. Smart Eagle II (SE II)
Merupakan Prototype pertama UAV (Unman Aerical Vehicle) yang dibuat PT. Aviator Teknologi Indonesia guna kepentingan intelegen Indonesia. SE II menggunakan mesin 2 tak berdiameter 150cc, mampu terbang hingga 6 Jam. Dilengkapi dengan colour TV Camera. Mampu beroperasi dimalam hari dengan menggunakan Therman Imaging (TIS) kamera untuk opsi penginderaannya.
5. Mobil Arina-SMK
Mobil ini dirancang menggunakan mesin sepeda motor dengan kapasitas mesin 150cc, 200cc dan 250cc. Konsumsi bensin hanya 1 liter untuk 40 km. Panjang 2,7 meter, lebar 1,3 meter dan tinggi 1,7 meter sehingga bisa masuk jalan dan gang yang sempit. Dinamakan Arina-SMK karena pembuatannya bekerja sama dengan Armada Indonesia (Arina) dengan siswa-siswa SMK.
Lagu Indonesia raya Lagu Terbaik di Dunia
Hi agan-agan Semua...?? ada satu hal lagi yang membanggakan Indonesia. Ternyata, lagu Indonesia Raya kita dianggap sebagai salah satu lagu kebangsaan terbaik yang ada di Dunia.
Indonesia Raya diciptakan pada tahun 1924 dengan judul menggunakan ejaan lama “Indonesia Raja” yang meruapakan lagu kebangsaan Republik Indonesia. Lagu ini diperkenalkan oleh penciptanya Wage Rudolf Soepratman pada 28 oktober 1928 di konvensi pemuda nasional di Batavia ( Sekarang Jakarta). Lagu ini sekaligus menandai lahirnya gerakan nasioanlis diseluruh Indonesia yang mendukung gagasan satu “Indonesia” sebagai pengganti Hindia Belanda, kemudian pecah menjadi beberapa koloni. Surat kabar pertama yang menerbitkan teks “Indonesia Raya” secara terbuka adalah surat kabar mingguan Sin Po yang merupakan surat kabar Bangsa Indonesia keturunan Cina. Surat kabar ini berani menentang tindakan para pejabat Belanda. Ini merupakan sebuah fakta yang masih tercatat dengan rasa bangga oleh masyarakat Indonesia Keturunan Cina.
Lagu ini dipilih sebagai lagu kebangsaan ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.
Jozef Cleber yang merupakan seorang komposer keturunan Belanda membuat aransemen untuk orkes simfoni pada 1950. Aransemen ini secara luas digunakan sekarang ini pada acara formal maupun informal.
Banyak orang luar negeri mengatakan "Indonesia Raya" adalah salah satu lagu kebangsaan terbaik di dunia.
Satu sumber lain juga mengakui bahwa "Indonesia Raya" adalah national anthem terbaik, bahkan setelah dibandingkan dengan "Star Spangled Banner" milik Amerika Serikat, "La Marsellaise" milik Perancis dan "God Save The Queen" milik Inggris.
Pada kenyataannya, bangsa Amerika sangat terobsesi dengan lagu kebangsaan mereka dan menyanyikannya hampir pada semua acara olahraga besar dan acara olahraga kecil juga seperti hari olahraga taman kanak-kanak. Dan dimanapun, ketika Star Spangled Banner dinyanyikan, penonton dengan mata bercahaya baik laki-laki maupun perempuan meletakkan tangan di dada mereka dengan wajah penuh emosi.
Sementara lagu kebangsaan Perancis "La Marsellaise" yang dianggap mengandung unsur-unsur rasis (tentang “darah murni") juga tak diragukan lagi salah satu yang terbaik dari banyak lagu kebangsaan. Lagu ini telah diadopsi dan diadaptasi oleh banyak musisi, termasuk Django Reinhard, Michel Sardou Serge Gainsbourge (Aux Armes et caetera), The Frog Princess dalam "The Divine Comedy", dan The Beatles, yang menggunakannya untuk pembuka " All You Need is Love ".
Dan lagu "God Save The Queen" merupakan lagu penguburan menjadi inspirasi bagi Sex Pistol's yang tidak lain adalah band punk-rock yang sangat kontroversial dimana dalam liriknya mereka, mereka membandingkan ratu ke sebuah rezim fasis. Mereka menyatakan menulis lirik terebut sebagai bentuk pembelaan terhadap kelas pekerja dan karena mereka menyukai bangsa Inggris.
Dalam setiap kasus, mereka segera memiliki pukulan di tangan mereka, membuktikan bahwa bahkan jika Inggris adalah sebuah monarki itu juga benar-benar demokratis. Bayangkan jika seseorang mencoba memberi "Indonesia Raya" yang semacam perlakuan! Satu-satunya hal mereka dapat adalah hukuman penjara!
Meskipun tidak sepopuler "Star Spangled Banner" dan "La Marsellaise". Saya harus mengakui lagu kebangsaan Indonesia mungkin adalah salah satu dari yang terbaik. Ya itu sangat membangun, tetapi juga bagian yang merdu. Sebelum Hari Kemerdekaan tahun ini, saya belum memberikan hal tersebut, tapi seharusnya lagu Indonesia raya harus terdengar seperti lagu kebangsaan sebagaimana yang semestinya bukan hanya sekedar lagu, dan mengilhami dengan baik dengan penuh perasaan nasionalisme dan kebanggaan sebagai satu negara.
Indonesia Raya diciptakan pada tahun 1924 dengan judul menggunakan ejaan lama “Indonesia Raja” yang meruapakan lagu kebangsaan Republik Indonesia. Lagu ini diperkenalkan oleh penciptanya Wage Rudolf Soepratman pada 28 oktober 1928 di konvensi pemuda nasional di Batavia ( Sekarang Jakarta). Lagu ini sekaligus menandai lahirnya gerakan nasioanlis diseluruh Indonesia yang mendukung gagasan satu “Indonesia” sebagai pengganti Hindia Belanda, kemudian pecah menjadi beberapa koloni. Surat kabar pertama yang menerbitkan teks “Indonesia Raya” secara terbuka adalah surat kabar mingguan Sin Po yang merupakan surat kabar Bangsa Indonesia keturunan Cina. Surat kabar ini berani menentang tindakan para pejabat Belanda. Ini merupakan sebuah fakta yang masih tercatat dengan rasa bangga oleh masyarakat Indonesia Keturunan Cina.
Lagu ini dipilih sebagai lagu kebangsaan ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.
Jozef Cleber yang merupakan seorang komposer keturunan Belanda membuat aransemen untuk orkes simfoni pada 1950. Aransemen ini secara luas digunakan sekarang ini pada acara formal maupun informal.
Banyak orang luar negeri mengatakan "Indonesia Raya" adalah salah satu lagu kebangsaan terbaik di dunia.
Satu sumber lain juga mengakui bahwa "Indonesia Raya" adalah national anthem terbaik, bahkan setelah dibandingkan dengan "Star Spangled Banner" milik Amerika Serikat, "La Marsellaise" milik Perancis dan "God Save The Queen" milik Inggris.
Pada kenyataannya, bangsa Amerika sangat terobsesi dengan lagu kebangsaan mereka dan menyanyikannya hampir pada semua acara olahraga besar dan acara olahraga kecil juga seperti hari olahraga taman kanak-kanak. Dan dimanapun, ketika Star Spangled Banner dinyanyikan, penonton dengan mata bercahaya baik laki-laki maupun perempuan meletakkan tangan di dada mereka dengan wajah penuh emosi.
Sementara lagu kebangsaan Perancis "La Marsellaise" yang dianggap mengandung unsur-unsur rasis (tentang “darah murni") juga tak diragukan lagi salah satu yang terbaik dari banyak lagu kebangsaan. Lagu ini telah diadopsi dan diadaptasi oleh banyak musisi, termasuk Django Reinhard, Michel Sardou Serge Gainsbourge (Aux Armes et caetera), The Frog Princess dalam "The Divine Comedy", dan The Beatles, yang menggunakannya untuk pembuka " All You Need is Love ".
Dan lagu "God Save The Queen" merupakan lagu penguburan menjadi inspirasi bagi Sex Pistol's yang tidak lain adalah band punk-rock yang sangat kontroversial dimana dalam liriknya mereka, mereka membandingkan ratu ke sebuah rezim fasis. Mereka menyatakan menulis lirik terebut sebagai bentuk pembelaan terhadap kelas pekerja dan karena mereka menyukai bangsa Inggris.
Dalam setiap kasus, mereka segera memiliki pukulan di tangan mereka, membuktikan bahwa bahkan jika Inggris adalah sebuah monarki itu juga benar-benar demokratis. Bayangkan jika seseorang mencoba memberi "Indonesia Raya" yang semacam perlakuan! Satu-satunya hal mereka dapat adalah hukuman penjara!
Meskipun tidak sepopuler "Star Spangled Banner" dan "La Marsellaise". Saya harus mengakui lagu kebangsaan Indonesia mungkin adalah salah satu dari yang terbaik. Ya itu sangat membangun, tetapi juga bagian yang merdu. Sebelum Hari Kemerdekaan tahun ini, saya belum memberikan hal tersebut, tapi seharusnya lagu Indonesia raya harus terdengar seperti lagu kebangsaan sebagaimana yang semestinya bukan hanya sekedar lagu, dan mengilhami dengan baik dengan penuh perasaan nasionalisme dan kebanggaan sebagai satu negara.
Label:
Cinta Indonesia
|
0
komentar
Nano-Satelit Buatan Mahasiswa Indonesia
Satelit mini atau nano-satelit buatan mahasiswa Indonesia akan diluncurkan pada tahun 2012, karena pembahasan antarmahasiswa UGM, ITB, ITS, UI, dan PENS ITS serta mahasiswa Indonesia di luar negeri sudah dimulai.
"Mulai tahun ini (2009), kami melakukan serangkaian pertemuan dengan mahasiswa dari berbagai kampus," kata peneliti asal Indonesia di TU Delft Belanda, Dedy H.B. Wicaksono, PhD., di Surabaya, Senin (19/10).
Di sela-sela Lokakarya INSPIRE (Indonesian Nano Satellite Platform Initiative for Research & Education) di PENS ITS, ia mengatakan pertemuan akan berlanjut dengan penelitian secara intensif di Belanda atau di Indonesia.
"INSPIRE merupakan forum pertemuan antarmahasiswa dengan berbagai stakeholder dari pemerintah dan lembaga riset untuk mendorong penguasaan teknologi satelit sejak kalangan mahasiswa," katanya.
Alumnus Teknik Fisika ITB Bandung (S1) pada tahun 1934-1998 itu menyatakan Indonesia sangat membutuhkan satelit untuk peta hutan, perikanan, bencana alam, kepulauan, kriminalitas laut, dan sebagainya.
"Kita sudah memiliki Satelit Palapa dan usianya sudah 30 tahunan. Teknologinya dibuat di luar negeri, sehingga devisa negara akan tersedot keluar dan kita akhirnya tidak memiliki kemandirian," kata alumnus Tokyo University of Technology (S2) itu.
Menurut alumnus TU Delft Belanda (S3) itu, satelit yang besar itu membutuhkan dana yang mahal hingga ratusan miliar atau bahkan triliunan, namun nano-satelit hanya berkisar Rp5 miliar dan satelit mini akan bertahan selama kurun tiga tahunan.
"Tidak hanya murah, tapi nano-satelit itu sebenarnya dapat kita kuasai dengan mudah, apalagi di dalamnya sudah ada unsur pendidikan, aspek aplikasi teknologi, dan penelitian lintas keilmuan seperti telekomunikasi, elektronika, energi surya, dan sebagainya," katanya.
Oleh karena itu, kata penggagas INSPIRE itu, para dosen dapat mendorong mahasiswa telekomunikasi yang selama ini merumuskan tugas akhir (TA) tentang alat-alat telekomunikasi seperti handphone (HP), namun kini dapat mengarahkan TA pada bidang satelit.
"Jadi, pembahasan dapat dilakukan pada tahun 2009, lalu tahun 2010 dengan penelitian intensif, bahkan TU Delft sangat senang bila penelitian dapat dilakukan di Belanda, kemudian tahun 2011 dilakukan persiapan dan tahun 2012 ada peluncuran," katanya.
Senada dengan itu, Sekretaris Menkominfo, Dr Eng. Son Kuswadi, menyatakan dana pembuatan nano-satelit hanya Rp5 miliar dan bila dimulai dengan pertemuan, penelitian, hingga akhirnya peluncuran nano-satelit, maka akan dibutuhkan dana sekitar Rp10 miliar.
"Pembahasan lewat workshop yang melibatkan puluhan mahasiswa dari berbagai universitas itu akan kita lakukan dua kali selama tahun 2009, termasuk pembahasan dengan LAPAN, BPPT, IPTN, Departemen Kelautan dan Perikanan," katanya.
Setelah itu, kata dosen robotik PENS ITS Surabaya itu, pembahasan intensif untuk aplikasi akan dilakukan di TU Delft Belanda dan di Indonesia hingga tahun 2011.
"Tahun 2012 akan kita lakukan peluncuran, apakah peluncuran akan memanfaatkan lembaga sejenis LAPAN di Indonesia yang sudah memiliki lokasi peluncuran roket atau mungkin LAPAN juga sudah siap pada tahun itu," katanya.
Ia menambahkan pemanfaatan nano-satelit itu akan diaplikasikan untuk fungsi telekomunikasi di saat bencana alam dan pencegahan pencurian ikan. "Nantinya, bisa juga untuk sensor cuaca," katanya.
Satelit mini atau nano-satelit buatan mahasiswa Indonesia akan diluncurkan pada tahun 2012, karena pembahasan antarmahasiswa UGM, ITB, ITS, UI, dan PENS ITS serta mahasiswa Indonesia di luar negeri sudah dimulai.
"Mulai tahun ini (2009), kami melakukan serangkaian pertemuan dengan mahasiswa dari berbagai kampus," kata peneliti asal Indonesia di TU Delft Belanda, Dedy H.B. Wicaksono, PhD., di Surabaya, Senin (19/10).
Di sela-sela Lokakarya INSPIRE (Indonesian Nano Satellite Platform Initiative for Research & Education) di PENS ITS, ia mengatakan pertemuan akan berlanjut dengan penelitian secara intensif di Belanda atau di Indonesia.
"INSPIRE merupakan forum pertemuan antarmahasiswa dengan berbagai stakeholder dari pemerintah dan lembaga riset untuk mendorong penguasaan teknologi satelit sejak kalangan mahasiswa," katanya.
Alumnus Teknik Fisika ITB Bandung (S1) pada tahun 1934-1998 itu menyatakan Indonesia sangat membutuhkan satelit untuk peta hutan, perikanan, bencana alam, kepulauan, kriminalitas laut, dan sebagainya.
"Kita sudah memiliki Satelit Palapa dan usianya sudah 30 tahunan. Teknologinya dibuat di luar negeri, sehingga devisa negara akan tersedot keluar dan kita akhirnya tidak memiliki kemandirian," kata alumnus Tokyo University of Technology (S2) itu.
Menurut alumnus TU Delft Belanda (S3) itu, satelit yang besar itu membutuhkan dana yang mahal hingga ratusan miliar atau bahkan triliunan, namun nano-satelit hanya berkisar Rp5 miliar dan satelit mini akan bertahan selama kurun tiga tahunan.
"Tidak hanya murah, tapi nano-satelit itu sebenarnya dapat kita kuasai dengan mudah, apalagi di dalamnya sudah ada unsur pendidikan, aspek aplikasi teknologi, dan penelitian lintas keilmuan seperti telekomunikasi, elektronika, energi surya, dan sebagainya," katanya.
Oleh karena itu, kata penggagas INSPIRE itu, para dosen dapat mendorong mahasiswa telekomunikasi yang selama ini merumuskan tugas akhir (TA) tentang alat-alat telekomunikasi seperti handphone (HP), namun kini dapat mengarahkan TA pada bidang satelit.
"Jadi, pembahasan dapat dilakukan pada tahun 2009, lalu tahun 2010 dengan penelitian intensif, bahkan TU Delft sangat senang bila penelitian dapat dilakukan di Belanda, kemudian tahun 2011 dilakukan persiapan dan tahun 2012 ada peluncuran," katanya.
Senada dengan itu, Sekretaris Menkominfo, Dr Eng. Son Kuswadi, menyatakan dana pembuatan nano-satelit hanya Rp5 miliar dan bila dimulai dengan pertemuan, penelitian, hingga akhirnya peluncuran nano-satelit, maka akan dibutuhkan dana sekitar Rp10 miliar.
"Pembahasan lewat workshop yang melibatkan puluhan mahasiswa dari berbagai universitas itu akan kita lakukan dua kali selama tahun 2009, termasuk pembahasan dengan LAPAN, BPPT, IPTN, Departemen Kelautan dan Perikanan," katanya.
Setelah itu, kata dosen robotik PENS ITS Surabaya itu, pembahasan intensif untuk aplikasi akan dilakukan di TU Delft Belanda dan di Indonesia hingga tahun 2011.
"Tahun 2012 akan kita lakukan peluncuran, apakah peluncuran akan memanfaatkan lembaga sejenis LAPAN di Indonesia yang sudah memiliki lokasi peluncuran roket atau mungkin LAPAN juga sudah siap pada tahun itu," katanya.
Ia menambahkan pemanfaatan nano-satelit itu akan diaplikasikan untuk fungsi telekomunikasi di saat bencana alam dan pencegahan pencurian ikan. "Nantinya, bisa juga untuk sensor cuaca," katanya.
Sniper Produksi Indonesia Mampu Menembus Tank
SPR 2 (SENJATA PENEMBAK JITU PRODUKSI DALAM NEGERI)
SOSOK senapan penembak jitu antimaterial, menjadi salah satu keperluan utama pada pertempuran era modern, terutama untuk menghajar pasukan musuh yang berlindung di balik material. Menyadari perkembangan ini, PT Pindad pun tak mau ketinggalan, mereka sudah memproduksi dengan nama Senapan Penembak Runduk-2 (SPR-2).
SPR-2 diharapkan mampu menjadi salah satu produk senjata unggulan dalam negeri 2007, yang kehadirannya dapat menjadi varian produk impor sejenis asal Yugoslavia, Black Arrow M93. Kedua senapan antimaterial ini sama-sama menggunakan peluru kaliber 12,7 mm x 99 (umum pula disebut kaliber .50) dengan isian magasen lima peluru.
Kehadiran SPR-2, membuat produk serupa yang sudah muncul dan dipergunakan berbagai angkatan bersenjata di dunia, menjadi sedikitnya 25 jenis. Sebelumnya, sudah ada produk sejenis, misalnya Gepard M1/M2 (Hongaria, kaliber .50), Barret M82, M90 dan M95, M99, serta M-107 (Amerika, kal .50), SVN-98 (Rusia, kaliber 12,7 mm x 108), Steyr IWS-2000 (Austria, kal .50 dan 12,7 mm x 108), PGR UM-Hecate (Prancis, kal .50), AI AS (Inggris, kal .50), NTW-20 (Afrika Selatan, kal 20 mm), dll.
Menurut Desain Ghrapic Divisi Senjata PT Pindad, Dede Tasiri, senada engineer Nana Mulyana, diharapkan dapat memberikan efisiensi bagi TNI jika dibandingkan produk impor. Dari hitungan, produksi SPR-2 harga lebih murah dan fungsi sama hebatnya, apalagi jika dibandingkan Black Arrow M93 yang harganya di atas Rp 1 miliar per pucuk dan diketahui banyak yang sudah rusak.
Senjata sniper buatan pindad ini dibuat dalam 3 versi yaitu SPR1, SPR2, dan SPR3.
SPR 1 ini mempunyai peluru kaliber 7,62mm dengan jarak akurasi 900 meter , Kendati terilhami produk-produk senapan antimaterial yang sudah ada, namun menurut Dede, kehadiran SPR-2 cenderung desain sendiri dari PT Pindad. Walaupun pada sebagian sosok, masih mengambil desain dari Black Arrow M93 dan NTW-20 (Afrika Selatan).
"SPR-2 pada jarak tembak efektif mampu menembus lapisan baja dengan ketebalan sampai 2 cm pada jarak 500 meter. Pengoperasian dengan sistem bolt action bukan berarti SPR-2 kalah modern, namun diharapkan memiliki kelebihan karena akurasi biasanya lebih jitu," sedangkan SPR3 mampu menembus baja setebal 3 cm dengan jarak 700 meter.
Senjata mahal
Penggunaan senapan penembak jitu antimaterial, sudah digunakan sejak Perang Dunia II (1939-1945) oleh pasukan Nazi Jerman (Mauser Tank-Gewehr Model 1918, kaliber .51), Jepang (Tipe 97, kaliber 20 mm), dan Inggris (Boys Antitank Rifle, kaliber .55). Ketiga pasukan tersebut menggunakannya untuk menghantam masing-masing musuhnya, yang berlindung di balik tembok atau berada dalam kendaraan lapis baja.
Usai perang, berbagai negara terutama Amerika, Inggris, Prancis, dan negara-negara Eropa Timur kemudian mengembangkan dengan menggunakan peluru kaliber .50 (disebut pula 12,7 mm x 99) dan kaliber 12,7 mm x 108, yang menjadi standar senapan mesin berat mereka. Dari berbagai negara yang ikut memproduksi senapan antimaterial, Jerman, Amerika, dan Rusia, yang paling banyak membuat aneka produknya sejenis.
Senapan penembak jitu antimaterial, di pasaran harganya rata-rata sangat mahal, sehingga negara-negara pembeli dan dari non- produsen yang keuangannya cekak, biasanya terbatas memiliki.
Made in Indonesia
Roket RX-420
peluncuran roket RX-420 Lapan ternyata masih jadi buah bibir. Anehnya bukan jadi buah bibir di Indonesia yang lebih senang ceritera Pilpres, tetapi di Australia, Singapura dan tentu saja di negara tetangga yang suka siksa TKI dan muter-muterin Ambalat yakni Malaysia.
Seperti diketahui roket RX-420 ini menggunakan propelan yang dapat memberikan daya dorong lebih besar sehingga mencapai 4 kali kecepatan suara. Hal itu membuat daya jelajahnya mencapai 100 km. Bahkan bisa mencapai 190 km bila struktur roket bisa dibuat lebih ringan. Yang punya nilai tambah tinggi ini adalah 100% hasil karya anak bangsa, para insinyur Indonesia. Begitu pula semua komponen roket-roket balistik dan kendali dikembangkan sendiri di dalam negeri, termasuk software. Hanya komponen subsistem mikroprosesor yang masih diimpor. Anggaran yang dikeluarkan untuk peluncurannya pun 'cuma' Rp 1 milyar. Kalah jauh dengan yang dikorupsi para anggota DPR untuk traveller checks pemenangan Miranda Gultom sebagai Deputi Senior Gubernur BI yang lebih dari Rp. 50 milyar. Apalagi kalau dibandingkan dengan korupsi BLBI yang lebih dari Rp. 700 trilyun.
Mengapa malah menjadi buah bibir di Australia, Singapura dan Malaysia? Karena keberhasilan peluncuran roket Indonesia ini ke depan akan membawa Indonesia mampu mendorong dan mengantarkan satelit Indonesia bernama Nano Satellite sejauh 3.600 km ke angkasa. Satelit Indonesia ini nanti akan berada pada ketinggian 300 km dan kecepatan 7,8 km per detik. Bila ini terlaksana Indonesia akan menjadi negara yang bisa menerbangkan satelit sendiri dengan produk buatan sendiri. Indonesia dengan demikian akan masuk member "Asian Satellite Club" bersama Cina, Korea Utara, India dan Iran.
Nah kekhawatiran Australia, Singapura dan Malaysia ini masuk akal, bukan? Kalau saja Indonesia mampu mendorong satelit sampai 3.600 km untuk keperluan damai atau keperluan macam-macam tergantung kesepakatan rakyat Indonesia. Maka otomatis pekerjaan ecek-ecek bagi Indonesia untuk mampu meluncurkan roket sejauh 190 km untuk keperluan militer bakal sangat mengancam mereka sekarang ini pun juga!!! Kalau tempat peluncurannya ditempatkan di Batam atau Bintan, maka Singapura dan Malaysia Barat sudah gemetaran bakal kena roket Indonesia. Dan kalau ditempatkan di sepanjang perbatasan Kalimantan Indonesia dengan Malaysia Timur, maka si OKB Malaysia tak akan pernah berpikir ngerampok Ambalat. Akan hal Australia, mereka ada rasa takutnya juga. Bahwa mitos ada musuh dari utara yakni Indonesia itu memang bukan sekedar mitos tetapi sungguh ancaman nyata di masa depan dekat.
CN 235 Versi Militer
Rupanya Australia, Singapura dan Malaysia sudah lama 'nyaho' kehebatan insinyur-insinyur Indonesia. Buktinya? Tidak hanya gentar dengan roket RX-420 Lapan tetapi mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih jauh dari CN235 versi Militer buatan PT. DI. Juga mencermati perkembangan PT. PAL yang sudah siap dan mampu membuat kapal selam asal dapat kepercayaan penuh dan dukungan dana dari pemerintah..
Kalau para ekonom Indonesia antek-antek World Bank dan IMF menyebut pesawat-pesawat buatan PT. DI ini terlalu mahal dan menyedot investasi terlalu banyak ('cuma' Rp. 30 trilun untuk infrastruktur total, SDM dan lain-lain) dan hanya jadi mainannya BJ Habibie. Tetapi mengapa Korea Selatan dan Turki mengaguminya setengah mati? Turki dan Korsel adalah pemakai setia CN 235 terutama versi militer sebagai yang terbaik di kelasnya. Inovasi 40 insinyur-insinyur Indonesia pada CN 235 versi militer ini adalah penambahan persenjataan lengkap seperti rudal dan teknologi radar yang dapat mendeteksi dan melumpuhkan kapal selam. Jadi kalau mengawal Ambalat cukup ditambah satu saja CN235 versi militer (disamping armada TNI AL dan pasukan Marinir yang ada) untuk mengusir kapal selam dan kapal perang Malaysia lainnya.
Nah, jadi musuh yang sebenarnya ada di Indonesia sendiri. Yakni watak orang Indonesia yang tidak mau melihat orang Indonesia sendiri berhasil. Karya insinyur-insinyur Indonesia yang hebat dalam membuat alutsista dibilangin orang Indonesia sendiri terutama para ekonom pro Amerika Serikat dan Eropa: "Mending beli langsung dari Amerika Serikat dan Eropa karena harganya lebih murah". Mereka tidak berpikir jauh ke depan bagaimana Indonesia akan terus tergantung di bidang teknologi, Indonesia hanya akan menjadi konsumen teknologi dengan membayarnya sangat mahal terus menerus sampai kiamat tiba.Kalau ada kekurangan yang terjadi dengan industri karya bangsa sendiri, harus dinilai lebih fair dan segera diperbaiki bersama-sama. Misalnya para ahli pemasaran atau sarjana-sarjana ekonomi harus diikutsertakan dalam team work. Sehingga insinyur-insinyur itu tidak hanya pinter produksi sebuah pesawat tetapi setidaknya tahu bagaimana menjual sebuah pesawat itu berbeda dengan menjual sebuah Honda Jazz. Kalau ada kendala dalam pengadaan Kredit Ekspor sebagai salah satu bentuk pembayaran, tolong dipecahkan dan didukung oleh dunia perbankan, agar jualan produk sendiri bisa optimal karena akan menarik bagi calon pembeli asing yang tak bisa bayar cash.
Bahasa Indonesia Akan Menjadi Bahasa Peradaban Dunia ?
Bahasa merupakan media untuk menyampaikan pesan atau informasi dari satu individu kepada individu lain atau lebih. baik itu secara lisan maupun tulisan. Pernyataan tersebut sangat benar dan sudah menjadi aksioma. Satu orang pun tidak ada yang akan membantah dengan pernyataan tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari hampir semua aktifitas kita menggunakan bahasa, baik menggunakan bahasa lisan, bahasa tulisan maupun bahasa tubuh. Bahkan saat tidur pun terkadang kita tanpa sadar menggunakan bahasa.
Sebuah bangsa pasti memiliki bahasa, walaupun ada beberapa bangsa yang meminjam bahasa dari bangsa lain. Kita sebagai masyarakat bangsa Indonesia sangat beruntung memiliki bahasa Indonesia, walaupun sebenarnya bahasa Indonesia berakar dari bahasa Melayu Riau. Akan tetapi, sekarang bahasa Indonesia adalah bahasa Indonesia, dan bahasa Melayu adalah bahasa Melayu, dua bahasa yang serumpun tapi tidak sama. Bahasa Indonesia berkembang dengan sendirnya sesuai dengan aturannya, dan bahasa Melayu berdiri sendiri menuju perkembangannya. Setujukah Anda bila bahasa Indonesia bukan bahasa Melayu?
Kita sebagai pemilik bahasa Indonesia bukanlah bermaksud atau bersikap seperti “kacang yang lupa akan kulitnya”, melupakan bahasa Melayu sebagai cikal bakal bahasa Indonesia. Mungkin tanpa bahasa Melayu, bahasa Indonesia tidak akan pernah ada. Akan tetapi, kita ingin memposisikan bahasa Indonesia pada posisinya, seperti yang telah termaktub dalam Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda mengikrarkan tiga hal yang sakral dalam sejarah dan proses kemerdekaan Indonesia, satu diantaranya adalah “Menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Menjunjung berarti menurut, menaati dan memuliakan (KBBI). Menjunjung tinggi bahasa Indoensia, berarti menaati dan memuliakan bahasa Indonesia sebagai bahasa peratuan dan nasional Indonesia. Demikianlah sumpah yang diikrarkan oleh pemuda-pemudi bangsa Indonesia pada tahun 1928. Bagaimana dengan pemuda-pemudi Indonesia sekarang??
Melihat kondisi pemakai bahasa Indonesia sekarang, sepertinya cape deh harus menggunakan bahasa Indonesia yang berkelit dan selalu berpedoman kepada yang baik dan benar.
“Yang penting apa yang ingin kita sampaikan orang mengerti dan paham, mau pake bahasa campur aduk kek, saya mau pake bahasa Indonesia campur bahasa Inggris kek,campur lagi dengan bahasa daerah kek, toh yang baca juga paham. Cape deh, please dong jangan diperbesar masalah-masalah kecil kayaki gini”.
Benar dan pantaskah bila kita sebagai pemilik bahasa Indonesia berasumsi demikian? Masyarakat Indonesia pada umumnya dwibahasawan. Akan tetapi, bukan berarti kita bisa seenaknya mencampuradukkan bahasa Indonesia dengan bahasa lain tanpa mengindahkan aturan dan kaidah yang ada. Bersikap positiflah terhadap bahasa Indonesia, karena bahasa yang kita gunakan menunjukkan kepribadian kita sebagai bangsa Indonesia. Jepang dan Prancis adalah contoh negara yang sangat taat dan menghargai bahasanya sendiri.
Pernahkah kita berpikir bahasa Indonesia esok akan menjadi bahasa peradaban dunia?
Bukan hal yang mustahil bahasa Indonesia esok akan menjadi bahasa perdaban dunia, bahasa yang digunakan sebagai bahasa internasional. Dilihat dari struktur dan pembacaan bahasa Indonesia yang sangat sederhana, bahasa Indonesia merupakan bahasa yang tidak sulit untuk dipelajari. Suatu bukti yang meyakinkan bila esok bahasa Indonesia akan menjadi bahasa peradaban dunia, lebih dari 50 negara di Dunia telah mempelajari dan menjadikan bahasa Indonesia sebagai satu diantara mata pelajaran di sekolah mereka. Kita sebagai pemilik bahasa Indonesia harus banggga karena bahasa kita dipelajari bangsa lain. Mengapa kita harus belajar bahasa asing, bila bahasa kita kelak mampu menjadi bahasa Internasional dan bahasa peradaban dunia?
Jawaban dari pertanyaan tersebut ada pada diri kita sebagai pemilik dan pengguna bahasa Indonesia. Kita harus konsisten dan bersikap positif terhadap bahasa Indonesia. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sebenarnya tidak sulit, yang membuat sulit karena kita telah terbiasa dengan kesalahan yang ada dan selalu cape’ untuk mempelajarinya dengan segala kerendahan hati. Kita selalu beranggapan, “untuk apa mempelajari bahasa Indonesia, bukankah kita orang Indonesia yang secara otomatis mengerti menggunakan bahasa Indonesia”. Bilamana pendapat ini terus berkembang, pupus sudah harapan kita menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa perdaban dunia.
Hidup bahasa Indonesia!
Sebuah bangsa pasti memiliki bahasa, walaupun ada beberapa bangsa yang meminjam bahasa dari bangsa lain. Kita sebagai masyarakat bangsa Indonesia sangat beruntung memiliki bahasa Indonesia, walaupun sebenarnya bahasa Indonesia berakar dari bahasa Melayu Riau. Akan tetapi, sekarang bahasa Indonesia adalah bahasa Indonesia, dan bahasa Melayu adalah bahasa Melayu, dua bahasa yang serumpun tapi tidak sama. Bahasa Indonesia berkembang dengan sendirnya sesuai dengan aturannya, dan bahasa Melayu berdiri sendiri menuju perkembangannya. Setujukah Anda bila bahasa Indonesia bukan bahasa Melayu?
Kita sebagai pemilik bahasa Indonesia bukanlah bermaksud atau bersikap seperti “kacang yang lupa akan kulitnya”, melupakan bahasa Melayu sebagai cikal bakal bahasa Indonesia. Mungkin tanpa bahasa Melayu, bahasa Indonesia tidak akan pernah ada. Akan tetapi, kita ingin memposisikan bahasa Indonesia pada posisinya, seperti yang telah termaktub dalam Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda mengikrarkan tiga hal yang sakral dalam sejarah dan proses kemerdekaan Indonesia, satu diantaranya adalah “Menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Menjunjung berarti menurut, menaati dan memuliakan (KBBI). Menjunjung tinggi bahasa Indoensia, berarti menaati dan memuliakan bahasa Indonesia sebagai bahasa peratuan dan nasional Indonesia. Demikianlah sumpah yang diikrarkan oleh pemuda-pemudi bangsa Indonesia pada tahun 1928. Bagaimana dengan pemuda-pemudi Indonesia sekarang??
Melihat kondisi pemakai bahasa Indonesia sekarang, sepertinya cape deh harus menggunakan bahasa Indonesia yang berkelit dan selalu berpedoman kepada yang baik dan benar.
“Yang penting apa yang ingin kita sampaikan orang mengerti dan paham, mau pake bahasa campur aduk kek, saya mau pake bahasa Indonesia campur bahasa Inggris kek,campur lagi dengan bahasa daerah kek, toh yang baca juga paham. Cape deh, please dong jangan diperbesar masalah-masalah kecil kayaki gini”.
Benar dan pantaskah bila kita sebagai pemilik bahasa Indonesia berasumsi demikian? Masyarakat Indonesia pada umumnya dwibahasawan. Akan tetapi, bukan berarti kita bisa seenaknya mencampuradukkan bahasa Indonesia dengan bahasa lain tanpa mengindahkan aturan dan kaidah yang ada. Bersikap positiflah terhadap bahasa Indonesia, karena bahasa yang kita gunakan menunjukkan kepribadian kita sebagai bangsa Indonesia. Jepang dan Prancis adalah contoh negara yang sangat taat dan menghargai bahasanya sendiri.
Pernahkah kita berpikir bahasa Indonesia esok akan menjadi bahasa peradaban dunia?
Bukan hal yang mustahil bahasa Indonesia esok akan menjadi bahasa perdaban dunia, bahasa yang digunakan sebagai bahasa internasional. Dilihat dari struktur dan pembacaan bahasa Indonesia yang sangat sederhana, bahasa Indonesia merupakan bahasa yang tidak sulit untuk dipelajari. Suatu bukti yang meyakinkan bila esok bahasa Indonesia akan menjadi bahasa peradaban dunia, lebih dari 50 negara di Dunia telah mempelajari dan menjadikan bahasa Indonesia sebagai satu diantara mata pelajaran di sekolah mereka. Kita sebagai pemilik bahasa Indonesia harus banggga karena bahasa kita dipelajari bangsa lain. Mengapa kita harus belajar bahasa asing, bila bahasa kita kelak mampu menjadi bahasa Internasional dan bahasa peradaban dunia?
Jawaban dari pertanyaan tersebut ada pada diri kita sebagai pemilik dan pengguna bahasa Indonesia. Kita harus konsisten dan bersikap positif terhadap bahasa Indonesia. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sebenarnya tidak sulit, yang membuat sulit karena kita telah terbiasa dengan kesalahan yang ada dan selalu cape’ untuk mempelajarinya dengan segala kerendahan hati. Kita selalu beranggapan, “untuk apa mempelajari bahasa Indonesia, bukankah kita orang Indonesia yang secara otomatis mengerti menggunakan bahasa Indonesia”. Bilamana pendapat ini terus berkembang, pupus sudah harapan kita menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa perdaban dunia.
Hidup bahasa Indonesia!
Bahasa Indonesia Akan Menjadi Bahasa Internasional ?
Anda mungkin mengerutkan kening ketika membaca judul di atas. Namun, pengalaman inilah yang menyadarkan bahwa judul di atas sangat mungkin terjadi.
Kita pasti sepakat bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang sangat luas di belahan dunia. Karakter masyarakat, budaya, bermacam suku, termasuk semaraknya bahasa daerah menjadikan Indonesia sebagai negara yang sangat diminati untuk dikunjungi dan dipelajari. Keunikan Indonesia adalah mempunyai bahasa kesatuan. Bahasa yang disepakati dari banyaknya bahasa-bahasa daerah dan inilah yang membuat banyak negara di dunia tertarik kepada Indonesia.
Tambahan lagi, saat ini, diperkirakan jumlah negara yang telah mengajarkan bahasa Indonesia sekitar 45 negara, seperti Kanada, Amerika, Belanda, Vietnam, termasuk Australia dan masih banyak lagi negara lain. Australia salah satu negara barat yang aktif mengajarkan bahasa Indonesia sebagai bahasa asing di sekolah-sekolah mulai tingkat SD sampai tingkat SMA.
Di sekolah setingkat SD atau primary school di Australia, telah mengajarkan bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran wajib di sekolahnya. Umumnya bahasa Indonesia mulai diajarkan satu kali seminggu per kelas, mulai kelas 3 SD hingga kelas 6. Bahkan, ada beberapa yang sudah mengenalkan bahasa Indonesia sejak TK (preschool).
Dalam prosesnya, pengajaran bahasa Indonesia di Australia, khususnya di Canberra sudah sangat menggembirakan karena banyaknya minat warga yang ingin mengenal Indonesia dari segi kultur melalui bahasa Indonesia. Hanya saja, ketersediaan guru bahasa Indonesia di sekolah-sekolah belum memadai karena banyaknya permintaan sekolah dasar yang tidak bisa dipenuhi untuk penyediaan guru bahasa Indonesia. Kesulitan penyediaan guru bahasa Indonesia juga dipengaruhi oleh peraturan pemerintah setempat yang menetapkan bahwa untuk menjadi guru utama, termasuk guru bahasa Indonesia harus memenuhi kriteria tertentu, seperti harus lulus uji sertifikasi layak mengajar dan syarat-syarat lainnya.
Sisi baik dan sangat positif untuk diterapkan di pengajaran bahasa Indonesia adalah metode yang kaya dan variatif sehingga membuat siswa tertarik dan menyukai pelajaran bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Metode dan materi bahasa disediakan secara online dan bisa diakses oleh siapa pun.
Mengutip perbincangan dengan guru utama bahasa Indonesia di Queanbeyan High School, Doug Luke, dia mengatakan bahwa proses pembelajaran bahasa bahasa di sini harus fun dengan metode yang kreatif dan tidak berat. Saya sangat setuju dengan pendapat tersebut karena hal ini akan meningkatkan minat belajar bahasa untuk orang asing. Pengajaran di tingkat dasar memang harus fun and enjoy namun tetap memiliki esensi keilmuan agar tingkat selanjutnya siswa akan tertarik untuk lebih mendalami bahasa Indonesia. Dan ini bukan hanya untuk pembelajaran bahasa Indonesia tapi juga untuk bahasa-bahasa dalam mata pelajaran bahasa lainnya.
Di kelas bahasa Indonesia di Chapman Primary School, anak-anak sangat antusias dalam mengikuti pelajaran. Chapman Primary School adalah sekolah tingkat dasar yang berada di Canberra, Australia Capital Territory (ACT). Sebagai contoh, mengajaran bahasa Indonesia di kelas year 4 dan 5 (setingkat kelas 4 dan 5 SD). Hal yang menarik adalah metode penyampaian materi tentang membuat kalimat sederhana bertema Posisi. Misalnya penggunaan kata di samping, di atas, di bawah, di depan, di belakang. Setelah membuat kalimat, saatnya untuk pencapaian pengalaman belajar, dimana siswa akan bermain untuk menerapkan apa yang mereka tulis. Semua siswa berdiri dan dibagi dalam beberapa kelompok, dan pada saat diucapkan kalimat posisi, misalnya ‘di atas meja’ maka mereka adu cepat dengan kelompok lain untuk meletakkan sesuatu – benda apapun – ke atas meja. Kelompok yang paling lambat akan didiskualifikasi atau dikeluarkan dari permainan.
Materi tentang vocab atau kosa kata dengan tema activity juga sangat menarik. Ini juga melatih keterampilan mendengarkan, seperti ketika di sebutkan kata ‘minum’, siswa memperagakan gaya sedang minum, juga saat diucapkan kata ‘ke belakang’ untuk ungkapan yang artinya ke wc untuk buang air, maka serentak akan menyerupai orang yang sedang B-A-B (buang air besar). Permainan yang sama dengan materi posisi, siapa yang lambat akan tersisih dan harus duduk diam melihat teman-temannya yang masih mengikuti permainan.
Pengajaran dengan metode serupa juga dilakukan di Melrose High School. Sekolah yang berada di wilayah Canberra, ACT ini memiliki fokus yang kuat pada bahasa. Empat bahasa yang ditawarkan adalah China (Mandarin), Jerman, Indonesia, dan Jepang. Keempat program bahasa tersebut mengembangkan pengalaman belajar bagi siswa yang memungkinkan mereka untuk mempersiapkan ke jenjang sekolah lebih lanjut, untuk pelatihan dalam pekerjaan atau untuk situasi kehidupan lainnya.
Di keterampilan menulis, siswa diberikan latihan menulis bilangan, seperti “empat dikali lima sama dengan ...” (titik-titik diisi jumlah atau hasil dengan bahasa Indonesia), jadi sama dengan ‘dua puluh’ bukan dengan angka 20. Untuk keterampilan mendengarkan, siswa diberikan kertas bersketsa gambar abstrak yang ditandai dengan titik- titik dan di atasnya sudah terdapat angka. Di antara titik-titik tersebut akan ditarik garis pada saat disebutkan nama angka dalam bahasa Indonesia sehingga akan terbentuk sebuah gambar kucing setelah semua titik tersebut dihubungkan. Ini sebuah metode yang menarik.
Dan yang tidak kalah menariknya adalah berdirinya sebuah institusi bahasa oleh perorangan. Institusi ini sungguh luar biasa menurut saya. Namanya adalah AILSA (Australian Indonesian - Language Schools Association) adalah sukarelawan, asosiasi nirlaba yang didirikan di ACT oleh seorang Australian bernama Kenneth Griffiths. Beliau sangat menyukai Indonesia sehingga mendirikan institusi bilingual dengan biaya sendiri.
Program guru bantu bahasa Indonesia memang sangat diperlukan, baik dalam keterlibatan sebagai penutur asli (native speaker) maupun aktif membantu dalam mengenalkan kultur dan gaya hidup masyarakat Indonesia. Keterlibatan guru bantu sebagai native speaker adalah memperbaiki kekeliruan atau kekurangtepatan dalam pengucapan kata dalam bahasa Indonesia. Dalam pengenalan kultur dan gaya hidup masyarakat Indonesia, guru bantu sangat diperlukan sebagai informan budaya Indonesia dan membantu dalam pengenalan budaya langsung, seperti menunjukkan sedikit gerakan tari tradisional atau memakai pakaian khas Indonesia seperti batik saat di dalam kelas. Keterlibatan-keterlibatan seperti ini sangat menarik perhatian dan minat siswa terhadap Indonesia.
Satu lagi yang sangat mengagumkan, di Canberra, ACT juga membuka kelas bahasa Indonesia untuk masyarakat umum (warga Australia). Dalam hal ini, peran KBRI Canberra, khususnya bidang Atdiknas (Atase Pendidikan) sangat besar dari segi penyediaan fasilitas belajar. Siswa yang belajar bahasa Indonesia berasal dari berbagai strata sosial; polisi, pejabat pemerintah, pengawai negeri, karyawan, dan lain sebagainya. Kelas bahasa ini terus berlanjut secara periodik menuju kelas lanjutan.
Kesimpulan saya. Pertama; antusias warga asing yang jatuh cinta kepada Indonesia, khususnya di kalangan pelajar adalah sesuatu yang sungguh menakjubkan. Ini menunjukkan bahwa kita sebenarnya punya inner beauty of island, kepulauan yang sangat cantik dan kaya berupa budaya dan bahasa yang mampu menghipnotis negara lain. Sama halnya di bahasa, hanya saja pengajar Bahasa Indonesia serta guru Australia yang mengajarkan Bahasa Indonesia masih terbatas. Maka dari itu, diharapkan program guru bantu di Canberra, ACT ini masih sangat diperlukan.
Kedua; melihat kenyataan bahwa banyaknya negara yang berminat belajar tentang Indonesia termasuk bahasa, maka tidak menutup kemungkinan bahasa Indonesia akan menjadi salah satu bahasa internasional dalam kancah percakapan dunia. Ini merupakan sesuatu yang luar biasa.
Note: Seandainya Anda sebagai pemerhati bahasa Indonesia atau sebagai perbandingan metode yang telah dibuat oleh guru-guru bahasa Indonesia di negara kita, wajiblah kiranya untuk melihat atau sekadar ‘mengintip’ website yang ada di Australia http://www.education.vic.gov.au/languagesonline/indonesian.
Kita pasti sepakat bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang sangat luas di belahan dunia. Karakter masyarakat, budaya, bermacam suku, termasuk semaraknya bahasa daerah menjadikan Indonesia sebagai negara yang sangat diminati untuk dikunjungi dan dipelajari. Keunikan Indonesia adalah mempunyai bahasa kesatuan. Bahasa yang disepakati dari banyaknya bahasa-bahasa daerah dan inilah yang membuat banyak negara di dunia tertarik kepada Indonesia.
Tambahan lagi, saat ini, diperkirakan jumlah negara yang telah mengajarkan bahasa Indonesia sekitar 45 negara, seperti Kanada, Amerika, Belanda, Vietnam, termasuk Australia dan masih banyak lagi negara lain. Australia salah satu negara barat yang aktif mengajarkan bahasa Indonesia sebagai bahasa asing di sekolah-sekolah mulai tingkat SD sampai tingkat SMA.
Di sekolah setingkat SD atau primary school di Australia, telah mengajarkan bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran wajib di sekolahnya. Umumnya bahasa Indonesia mulai diajarkan satu kali seminggu per kelas, mulai kelas 3 SD hingga kelas 6. Bahkan, ada beberapa yang sudah mengenalkan bahasa Indonesia sejak TK (preschool).
Dalam prosesnya, pengajaran bahasa Indonesia di Australia, khususnya di Canberra sudah sangat menggembirakan karena banyaknya minat warga yang ingin mengenal Indonesia dari segi kultur melalui bahasa Indonesia. Hanya saja, ketersediaan guru bahasa Indonesia di sekolah-sekolah belum memadai karena banyaknya permintaan sekolah dasar yang tidak bisa dipenuhi untuk penyediaan guru bahasa Indonesia. Kesulitan penyediaan guru bahasa Indonesia juga dipengaruhi oleh peraturan pemerintah setempat yang menetapkan bahwa untuk menjadi guru utama, termasuk guru bahasa Indonesia harus memenuhi kriteria tertentu, seperti harus lulus uji sertifikasi layak mengajar dan syarat-syarat lainnya.
Sisi baik dan sangat positif untuk diterapkan di pengajaran bahasa Indonesia adalah metode yang kaya dan variatif sehingga membuat siswa tertarik dan menyukai pelajaran bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Metode dan materi bahasa disediakan secara online dan bisa diakses oleh siapa pun.
Mengutip perbincangan dengan guru utama bahasa Indonesia di Queanbeyan High School, Doug Luke, dia mengatakan bahwa proses pembelajaran bahasa bahasa di sini harus fun dengan metode yang kreatif dan tidak berat. Saya sangat setuju dengan pendapat tersebut karena hal ini akan meningkatkan minat belajar bahasa untuk orang asing. Pengajaran di tingkat dasar memang harus fun and enjoy namun tetap memiliki esensi keilmuan agar tingkat selanjutnya siswa akan tertarik untuk lebih mendalami bahasa Indonesia. Dan ini bukan hanya untuk pembelajaran bahasa Indonesia tapi juga untuk bahasa-bahasa dalam mata pelajaran bahasa lainnya.
Di kelas bahasa Indonesia di Chapman Primary School, anak-anak sangat antusias dalam mengikuti pelajaran. Chapman Primary School adalah sekolah tingkat dasar yang berada di Canberra, Australia Capital Territory (ACT). Sebagai contoh, mengajaran bahasa Indonesia di kelas year 4 dan 5 (setingkat kelas 4 dan 5 SD). Hal yang menarik adalah metode penyampaian materi tentang membuat kalimat sederhana bertema Posisi. Misalnya penggunaan kata di samping, di atas, di bawah, di depan, di belakang. Setelah membuat kalimat, saatnya untuk pencapaian pengalaman belajar, dimana siswa akan bermain untuk menerapkan apa yang mereka tulis. Semua siswa berdiri dan dibagi dalam beberapa kelompok, dan pada saat diucapkan kalimat posisi, misalnya ‘di atas meja’ maka mereka adu cepat dengan kelompok lain untuk meletakkan sesuatu – benda apapun – ke atas meja. Kelompok yang paling lambat akan didiskualifikasi atau dikeluarkan dari permainan.
Materi tentang vocab atau kosa kata dengan tema activity juga sangat menarik. Ini juga melatih keterampilan mendengarkan, seperti ketika di sebutkan kata ‘minum’, siswa memperagakan gaya sedang minum, juga saat diucapkan kata ‘ke belakang’ untuk ungkapan yang artinya ke wc untuk buang air, maka serentak akan menyerupai orang yang sedang B-A-B (buang air besar). Permainan yang sama dengan materi posisi, siapa yang lambat akan tersisih dan harus duduk diam melihat teman-temannya yang masih mengikuti permainan.
Pengajaran dengan metode serupa juga dilakukan di Melrose High School. Sekolah yang berada di wilayah Canberra, ACT ini memiliki fokus yang kuat pada bahasa. Empat bahasa yang ditawarkan adalah China (Mandarin), Jerman, Indonesia, dan Jepang. Keempat program bahasa tersebut mengembangkan pengalaman belajar bagi siswa yang memungkinkan mereka untuk mempersiapkan ke jenjang sekolah lebih lanjut, untuk pelatihan dalam pekerjaan atau untuk situasi kehidupan lainnya.
Di keterampilan menulis, siswa diberikan latihan menulis bilangan, seperti “empat dikali lima sama dengan ...” (titik-titik diisi jumlah atau hasil dengan bahasa Indonesia), jadi sama dengan ‘dua puluh’ bukan dengan angka 20. Untuk keterampilan mendengarkan, siswa diberikan kertas bersketsa gambar abstrak yang ditandai dengan titik- titik dan di atasnya sudah terdapat angka. Di antara titik-titik tersebut akan ditarik garis pada saat disebutkan nama angka dalam bahasa Indonesia sehingga akan terbentuk sebuah gambar kucing setelah semua titik tersebut dihubungkan. Ini sebuah metode yang menarik.
Dan yang tidak kalah menariknya adalah berdirinya sebuah institusi bahasa oleh perorangan. Institusi ini sungguh luar biasa menurut saya. Namanya adalah AILSA (Australian Indonesian - Language Schools Association) adalah sukarelawan, asosiasi nirlaba yang didirikan di ACT oleh seorang Australian bernama Kenneth Griffiths. Beliau sangat menyukai Indonesia sehingga mendirikan institusi bilingual dengan biaya sendiri.
Program guru bantu bahasa Indonesia memang sangat diperlukan, baik dalam keterlibatan sebagai penutur asli (native speaker) maupun aktif membantu dalam mengenalkan kultur dan gaya hidup masyarakat Indonesia. Keterlibatan guru bantu sebagai native speaker adalah memperbaiki kekeliruan atau kekurangtepatan dalam pengucapan kata dalam bahasa Indonesia. Dalam pengenalan kultur dan gaya hidup masyarakat Indonesia, guru bantu sangat diperlukan sebagai informan budaya Indonesia dan membantu dalam pengenalan budaya langsung, seperti menunjukkan sedikit gerakan tari tradisional atau memakai pakaian khas Indonesia seperti batik saat di dalam kelas. Keterlibatan-keterlibatan seperti ini sangat menarik perhatian dan minat siswa terhadap Indonesia.
Satu lagi yang sangat mengagumkan, di Canberra, ACT juga membuka kelas bahasa Indonesia untuk masyarakat umum (warga Australia). Dalam hal ini, peran KBRI Canberra, khususnya bidang Atdiknas (Atase Pendidikan) sangat besar dari segi penyediaan fasilitas belajar. Siswa yang belajar bahasa Indonesia berasal dari berbagai strata sosial; polisi, pejabat pemerintah, pengawai negeri, karyawan, dan lain sebagainya. Kelas bahasa ini terus berlanjut secara periodik menuju kelas lanjutan.
Kesimpulan saya. Pertama; antusias warga asing yang jatuh cinta kepada Indonesia, khususnya di kalangan pelajar adalah sesuatu yang sungguh menakjubkan. Ini menunjukkan bahwa kita sebenarnya punya inner beauty of island, kepulauan yang sangat cantik dan kaya berupa budaya dan bahasa yang mampu menghipnotis negara lain. Sama halnya di bahasa, hanya saja pengajar Bahasa Indonesia serta guru Australia yang mengajarkan Bahasa Indonesia masih terbatas. Maka dari itu, diharapkan program guru bantu di Canberra, ACT ini masih sangat diperlukan.
Kedua; melihat kenyataan bahwa banyaknya negara yang berminat belajar tentang Indonesia termasuk bahasa, maka tidak menutup kemungkinan bahasa Indonesia akan menjadi salah satu bahasa internasional dalam kancah percakapan dunia. Ini merupakan sesuatu yang luar biasa.
Note: Seandainya Anda sebagai pemerhati bahasa Indonesia atau sebagai perbandingan metode yang telah dibuat oleh guru-guru bahasa Indonesia di negara kita, wajiblah kiranya untuk melihat atau sekadar ‘mengintip’ website yang ada di Australia http://www.education.vic.gov.au/languagesonline/indonesian.
10 Tempat Terindah di Indonesia
Hei, Agan-agan semua ? kalian sadar ndk selama menjadi Warga Negara Indonesia, Indonesia memiliki banyak tempat- tempat yang begitu indah.
Oleh karena itu, kami menyajikan 10 tempat terindah di INDONESIA :
1. Borobudur
Candi Borobudur merupakan salah satu candi Budha terbesar di dunia. Candi ini dibangun ketika Samaratungga - raja dari dinasti Syailendra memerintah di Jawa Tengah. Candi ini dianggap merupakan salah satu tujuh keajaiban dunia. Candi Borobudur terletak di desa Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Candi Borobudur sangat besar dan terdiri dari blok batu-batu besar dengan arsitektur yang sangat megah. Karena itu candi Borobudur saya tempatkan pada barisan pertama karena tingkat kesulitan pembuatannya.
2. Pulau Komodo

Pulau Komodo terletak di sebuah selat antara Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sumbawa di Nusa Tenggara Barat (NTB). DiPulau Komodo terdapat kadal terbesar di dunia, yaitu biawak Komodo (Varanus komodoensis). Komodo dipercaya sebagai sisa binatang purba Dinosaurus yang masih hidup. panjang komodo dapat mencapai 3 meter dengan berat bisa mencapai 140 kg. Pada peariran di pulau Komodo juga terdapat perairan yang termasuk keajaiban dunia bawah air. Dasar laut perairan Komodo adalah yang terbaik di dunia, di permukaan laut menyembulnya daratan-daratan kering yang berbukit karang. Sangat pantas pulau Komodo dimasukan dalam daftar keajaiban di Indonesia.
3. Danau tiga warna Kelimutu
Danau ini oleh dunia disebut sebagai salah satu dari sembilan keajaiban dunia. Danau tiga warna terletak di Gunung Kelimutu, Flores,NTT. Di sana ada tiga danau yang berdekatan namun dengan warna-warna yang
berbeda. Danau kawah tersebut adalah Tiwu Ata Polo (danau merah), Tiwu Nua Muri Kooh Fai (danau hijau) dan Tiwu Ata Mbupu (danau biru). Danau Kelimutu merupakan satu-satunya danau di dunia yang airnya dapat berubah setiap saat, dari Merah menjadi hijau tua dan kemudian merah hati, hijau tua menjadi hijau muda, coklat kehitaman menjadi biru langit. Fenomena alam ini merupakan keajaiban.
berbeda. Danau kawah tersebut adalah Tiwu Ata Polo (danau merah), Tiwu Nua Muri Kooh Fai (danau hijau) dan Tiwu Ata Mbupu (danau biru). Danau Kelimutu merupakan satu-satunya danau di dunia yang airnya dapat berubah setiap saat, dari Merah menjadi hijau tua dan kemudian merah hati, hijau tua menjadi hijau muda, coklat kehitaman menjadi biru langit. Fenomena alam ini merupakan keajaiban.
4. Puncak Jayawijaya dan Carstenz
Puncak yang juga terdaftar sebagai salah satu dari tujuh puncak benua (Seven Summit) yang sangat fenomenal dan menjadi incaran pendaki gunung di berbagai belahan dunia. Puncak Jayawijaya terletak di Taman Nasional Laurentz, Papua. Puncak ini diselimuti oleh salju abadi. Salju abadi di Puncak Jayawijaya merupakan satu dari tiga padang salju di daerah tropis yang terdapat di dunia. Di negeri kita yang dilalui garis khatulistiwa ini, menyaksikan adanya salju di Indonesia tentunya sesuatu yang mustahil untuk bisa dimengerti. Carstenz Pyramid (4884 mdpl) adalah salah satu puncak yang bersalju tersebut. Puncak tertinggi di Asia Tenggara dan Pasifik ini terletak di rangkaian Pegunungan Sudirman. Puncak ini terkenal tidak
hanya karena tingginya, tetapi juga karena terdapat lapisan salju di puncaknya.
hanya karena tingginya, tetapi juga karena terdapat lapisan salju di puncaknya.
5. Prambanan
Pulau ini termasuk salah satu pulau terindah di Dunia. Pulau Bali merupakan pulau wisata terbaik di dunia. Obyek-obyek wisata di pulau Bali seperti Kintamani, Pantai Kuta, Danau Batur, Goa Gajah, Tampak Siring, Bedugul, Tanah Lot dan sebagainya. Pulau ini dimasukkan dalam daftar ini karena banyak tempat yang sangat menakjubkan dengan arsitektur bangunan dan keindahan alam di pulau ini yang juga sudah
diakui dunia.
diakui dunia.
6. Pulau Bali
Pulau ini termasuk salah satu pulau terindah di Dunia. Pulau Bali merupakan pulau wisata terbaik di dunia. Obyek-obyek wisata di pulau Bali seperti Kintamani, Pantai Kuta, Danau Batur, Goa Gajah, Tampak Siring, Bedugul, Tanah Lot dan sebagainya. Pulau ini dimasukkan dalam daftar ini karena banyak tempat yang sangat menakjubkan dengan arsitektur bangunan dan keindahan alam di pulau ini yang juga sudah diakui dunia.
7. Bromo
Gunung Bromo merupakan salah satu gunung dari lima gunung yangterdapat di komplek Pegunungan Tengger di laut pasir. Daya tarik gunung ini adalah merupakan gunung yang masih aktif. Obyek wisata Gunung Bromo ini merupakan fenomena alam dengan Kekhasan gejala alam yang tidak ditemukan di tempat lain adalah adanya kawah di tengah kawah (creater in the creater) dengan hamparan laut pasir yang mengelilinginya.
8. Toraja
Toraja terletak Sulawesi Selatan. Tanah Toraja sangatlah unik, terutama dalam hal penguburan mayat. Mayat-mayat tidak dikubur, tetapi diletakkan di dalam gua-gua di bukit batu. Mayat-mayat ini ditemani
oleh patung-patung yang menggambarkan orang yang meninggal tersebut. Di sini terdapat kuburan di bukit batu. Salah satu bentuk kuburan adalah kuburan batu yang dibuat di bagian atas tebing di ketinggian bukit batu. Menurut kepercayaan animisme Aluk To Dolo di kalangan orang Tana Toraja, makin tinggi tempat ditaruhnya mayat tersebut makin cepat rohnya bertemu dengan Tuhan atau surga.
oleh patung-patung yang menggambarkan orang yang meninggal tersebut. Di sini terdapat kuburan di bukit batu. Salah satu bentuk kuburan adalah kuburan batu yang dibuat di bagian atas tebing di ketinggian bukit batu. Menurut kepercayaan animisme Aluk To Dolo di kalangan orang Tana Toraja, makin tinggi tempat ditaruhnya mayat tersebut makin cepat rohnya bertemu dengan Tuhan atau surga.
9. Krakatau
Gunung Krakatau yang letusannya pernah mengguncangkan bumi. Gunung berapi ini pernah meletus pada tanggal 26 Agustus 1883. Letusannya sangat dahsyat dan juga menimbulkan tsunami yang menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Suara letusan gunung Krakatau sampai terdengar di Alice Springs, Australia dan pulau Rodrigues dekat Afrika. Gunung Krakatau berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Bahkan debunya dikatakan sampai ke luar angkasa. Walaupun Krakatau sudah tidak berbahaya seperti dulu lagi (mudah-mudahan) tapi sejarahnya merupakan salah satu keajaiban alam tersendiri.
10. Danau Toba
Mungkin banyak yang tidak tahu bahwa Danau Toba dulunya adalah sebuah gunung berapi. Danau ini berada di bekas kawah supervolcano terbesar di dunia. Gunung Toba diperkirakan meletus pada 73 ribu Tahun lalu. Letusan ini tercatat sebagai letusan Gunung api terbesar yang mempengaruhi iklim di seluruh dunia.
nah gan, gimana tempat-tempat indah di Indonesia ndk kalah kan sama milik negara lain, oleh karena itu tetap cintai negrimu, cintai lingkungan, dan kampanyekan Indonesia Hijau & Visit Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)
About Me
- AcTionTen























