Tampilkan postingan dengan label Prediksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prediksi. Tampilkan semua postingan
10 Tanda dan Penyebab Kehancuran Bumi
Seiring dengan majunya zaman dan bertambahnya usia dari bumi ini, para pakar banyak berpendapat bahwa bumi ini sudah tidak dapat di kategorikan kedalam planet yang masih sehat, penyebabnya dirasakan oleh beberapa faktor yang menjadi penentu yang merubah status bumi menjadi tidak sehat.
Berikut ini adalah sepuluh kategori yang menyatakan bahwa bumi tidak sehat :
1. Melelehnya es di Arktik (Kutub Utara)
Studi terbaru memperkirakan bahwa perairan Arktik bisa meleleh dan bebas dari es pada musim panas minimal 30 tahun lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
Melelehnya es di Kutub Utara ini bisa memperkuat kecenderungan pemanasan global dan membahayakan penghuni Kutub Utara sendiri, dari manusia hingga beruang kutub.
2. Runtuhnya lapisan es Antartika (Kutub Selatan)
Wilkins adalah salah satu dari sembilan lapisan es Antartika yang telah surut atau runtuh dalam beberapa dekade terakhir. Lapisan es yang runtuh paling dramatis adalah Larsen A dan B, yang runtuh secara tiba-tiba pada tahun 1995 dan 2002.
3. Lubang di lapisan ozon
Lapisan ozon melindungi penghuni bumi dengan menyerap sinar ultraviolet berbahaya. Tapi banyaknya penggunaan bahan kimia dan polutan dapat membuat lubang besar di lapisan ozon. Dibutuhkan waktu hingga puluhan tahun untuk dapat memulihkan lapisan ozon seperti semula.
4. Meluasnya zona laut mati
Zona laut mati adalah kantong laut yang mana oksigen habis sehingga banyak ikan, kerang dan spesien lain yang tidak dapat bertahan hidup, seperti terdapat di Teluk Meksiko.
Zona ini terbentuk ketika pupuk tercecer dari sungai dan membuat banyak alga (tumbuhan laut yang memproduksi oksigen) mati dan membusuk.
5. Krisis karang laut
Terumbu karang adalah habitat laut yang penting bagi kebanyakan spesies laut. Tapi beberapa dekade terakhir, banyak terumbu karang yang mengalami krisis karena adanya penangkapan ikan yang berlebihan, polusi laut, penyakit, pemanasan dan pengasaman air laut.
Perairan samudera menjadi lebih asam karena menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Artinya, semakin banyak polusi udara, makin asam air laut.
6. Penebangan hutan
Kawasan hujan, khususnya hutan hujan merupakan bidang utama keanekaragaman hayati, hutan juga menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Tapi laju penebangan hutan secara global bisa mencapai sekitar 32 juta hektar per tahun.
Selain itu, kekeringan yang disebabkan oleh pemanasan global dapat memperburuk situasi hutan di beberapa daerah.
7. Pencemaran air
Dua per tiga dari planet bumi ditutupi dengan permukaan air. Bila air tercemar, tentu saja dapat menyebabkan makhluk hidup di bumi tidak bisa hidup. Dampak pemanasan global juga mengubah pola ketersediaan air untuk minum dan pertanian.
8. Penumpukan gas rumah kaca di atmosfer
Karbon dioksida dan gas penangkap panas lainnya adalah polutan yang dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca. Banyaknya gas buangan pabrik dan kendaraan akan memperbanyak jumlah emisi gas rumah kaca ini.
9. Hewan terancam punah
Ketika habitatnya berubah dan terancam, hewan-hewan yang ada di dalamnya juga mendapat tekanan. Daftar Merah 2008 dari spesies langka yang diterbitkan oleh World Conservation Union mengidentifikasikan hampir 45.000 spesies yang terancam punah.
10. Pesatnya laju pertumbuhan penduduk
Pada tahun 2007, populasi dunia melebihi 6 miliar. Tahun itu juga menandai pertama kalinya dalam sejarah lebih banyak orang tinggal di perkotaan daripada daerah pedesaan. Enam miliar penduduk ini terus bersaing untuk mempertahankan hidup dengan sumber daya alam yang sebenarnya terbatas, seperti air, makanan dan bahan bakar.
Kehidupan bumi dalam hal baik dan buruk tergantung dari apa yang dilakukan oleh manusia itu sendiri yang tinggal di dalamnya, mengelola bumi seharusnya sudah menjadi tanggung jawab kita sebagai khalifahnya dimuka bumi ini.
Berikut ini adalah sepuluh kategori yang menyatakan bahwa bumi tidak sehat :
1. Melelehnya es di Arktik (Kutub Utara)
Studi terbaru memperkirakan bahwa perairan Arktik bisa meleleh dan bebas dari es pada musim panas minimal 30 tahun lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
Melelehnya es di Kutub Utara ini bisa memperkuat kecenderungan pemanasan global dan membahayakan penghuni Kutub Utara sendiri, dari manusia hingga beruang kutub.
2. Runtuhnya lapisan es Antartika (Kutub Selatan)
Wilkins adalah salah satu dari sembilan lapisan es Antartika yang telah surut atau runtuh dalam beberapa dekade terakhir. Lapisan es yang runtuh paling dramatis adalah Larsen A dan B, yang runtuh secara tiba-tiba pada tahun 1995 dan 2002.
3. Lubang di lapisan ozon
Lapisan ozon melindungi penghuni bumi dengan menyerap sinar ultraviolet berbahaya. Tapi banyaknya penggunaan bahan kimia dan polutan dapat membuat lubang besar di lapisan ozon. Dibutuhkan waktu hingga puluhan tahun untuk dapat memulihkan lapisan ozon seperti semula.
4. Meluasnya zona laut mati
Zona laut mati adalah kantong laut yang mana oksigen habis sehingga banyak ikan, kerang dan spesien lain yang tidak dapat bertahan hidup, seperti terdapat di Teluk Meksiko.
Zona ini terbentuk ketika pupuk tercecer dari sungai dan membuat banyak alga (tumbuhan laut yang memproduksi oksigen) mati dan membusuk.
5. Krisis karang laut
Terumbu karang adalah habitat laut yang penting bagi kebanyakan spesies laut. Tapi beberapa dekade terakhir, banyak terumbu karang yang mengalami krisis karena adanya penangkapan ikan yang berlebihan, polusi laut, penyakit, pemanasan dan pengasaman air laut.
Perairan samudera menjadi lebih asam karena menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Artinya, semakin banyak polusi udara, makin asam air laut.
6. Penebangan hutan
Kawasan hujan, khususnya hutan hujan merupakan bidang utama keanekaragaman hayati, hutan juga menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Tapi laju penebangan hutan secara global bisa mencapai sekitar 32 juta hektar per tahun.
Selain itu, kekeringan yang disebabkan oleh pemanasan global dapat memperburuk situasi hutan di beberapa daerah.
7. Pencemaran air
Dua per tiga dari planet bumi ditutupi dengan permukaan air. Bila air tercemar, tentu saja dapat menyebabkan makhluk hidup di bumi tidak bisa hidup. Dampak pemanasan global juga mengubah pola ketersediaan air untuk minum dan pertanian.
8. Penumpukan gas rumah kaca di atmosfer
Karbon dioksida dan gas penangkap panas lainnya adalah polutan yang dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca. Banyaknya gas buangan pabrik dan kendaraan akan memperbanyak jumlah emisi gas rumah kaca ini.
9. Hewan terancam punah
Ketika habitatnya berubah dan terancam, hewan-hewan yang ada di dalamnya juga mendapat tekanan. Daftar Merah 2008 dari spesies langka yang diterbitkan oleh World Conservation Union mengidentifikasikan hampir 45.000 spesies yang terancam punah.
10. Pesatnya laju pertumbuhan penduduk
Pada tahun 2007, populasi dunia melebihi 6 miliar. Tahun itu juga menandai pertama kalinya dalam sejarah lebih banyak orang tinggal di perkotaan daripada daerah pedesaan. Enam miliar penduduk ini terus bersaing untuk mempertahankan hidup dengan sumber daya alam yang sebenarnya terbatas, seperti air, makanan dan bahan bakar.
Kehidupan bumi dalam hal baik dan buruk tergantung dari apa yang dilakukan oleh manusia itu sendiri yang tinggal di dalamnya, mengelola bumi seharusnya sudah menjadi tanggung jawab kita sebagai khalifahnya dimuka bumi ini.
NASA- Badai Matahari 2013 Bisa Jadi Bencana
Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memperingatkan bahaya badai matahari. Sejumlah negara, termasuk Inggris akan menghadapi mati listrik dan hilangnya jaringan komunikasi secara meluas -- setelah Bumi dihantam 'badai luar angkasa'.
Jaringan listrik di Inggris akan mengalami panas berlebihan, akan ada gangguan perjalanan udara. Sementara, kerja peralatan elektronik terganggu, alat navigasi, dan satelit utama buatan manusia berhenti beroperasi -- saat Matahari mencapai kekuatan maksimumnya dalam beberapa tahun.
Ilmuwan senior NASA yakin, Bumi akan terpukul oleh tenaga magnetis dari jilatan api Matahari dalam level yang tak diketahui, setelah Sang Surya 'bangun dari tidurnya yang panjang' suatu hari di tahun 2013. Demikian diungkap dalam artikel yang ditulis di The Daily Telegraph.
Dalam peringatan terbarunya, NASA mengatakan, badai superkuat akan memukul bumi seperti 'kilat'. Efeknya, bisa mengakibatkan bencana bagi kesehatan di dunia, layanan gawat darurat dan juga kemanan nasional -- kecuali tindakan pencegahan sudah diambil sebelumnya.
Para ilmuwan percaya, badai matahari dapat merusak segala sesuatu, dari sistem layanan darurat, peralatan rumah sakit, sistem perbankan dan perangkat kontrol lalu lintas udara, hingga barang-barang sehari-hari seperti komputer dan iPod.
Karena ketergantungan manusia pada perangkat elektronik, yang sensitif terhadap energi magnetik, badai matahari bisa berarti kerugian besar dan berpotensi menjadi masalah serius bagi pemerintahan suatu negara.
"Kita tahu bahwa badai matahari akan datang, tapi kita tidak tahu seberapa buruk yang akan terjadi ," kata direktur divisi Heliophysics NASA, Dr Richard Fisher, seperti dimuat laman Telegraph, 14 Juni 2010.
"Ini akan mengganggu kerja perangkat komunikasi seperti satelit dan navigasi mobil, perjalanan udara, sistem perbankan, komputer, segala sesuatu yang elektronis. Ini akan menimbulkan masalah besar bagi dunia."
Sebagian wilayah Bumi akan kehilangan tenaga listrik. Dan untuk memperbaiki kerusakan yang ada, membutuhkan waktu yang tak sebentar.
Dalam konferensi cuaca baru-baru ini diselenggarakan di Washington DC, yang dihadiri para ilmuwan NASA, pembuat kebijakan, peneliti dan pejabat pemerintah, peringatan bahaya badai matahari diberitahukan.
Ini, kata Fisher, bukan sekedar peringatan, melainkan peringatan yang paling komperehensif. Badai, yang akan menyebabkan Matahari mencapai suhu lebih dari 10.000 F atau 5.500 derajat celcius -- sesuatu yang jarang terjadi.
Setiap siklus 22 tahun, energi magnetik Matahari mencapai puncaknya, sementara, jumlah bintik matahari (flare) mencapai maksimum setiap 11 tahun.
Kejadian pada 2013 menggabungan dua fenomena tersebut dan menghasilkan tingkat radiasi besar. Dia mengatakan sebagian besar wilayah dunia bisa menghadapi hidup tanpa listrik selama beberapa bulan, meskipun dia mengakui bahwa itu tidak mungkin.
Alternatif yang lebih mungkin adalah bahwa daerah yang luas, termasuk Eropa Utara dan Inggris yang memiliki jaringan listrik yang rapuh akan mengalami kelumpuhan energi, hidup tanpa listrik selama beberapa jam, atau beberapa hari.
Kata Fisher, persiapan harus dilakukan, pada level sama seperti menghadapi angin topan -- saat pemerintah tahu bencana sudah dekat namun tak tahu seberapa besar kerusakan yang akan terjadi.
"Saya pikir, yang jadi masalah utama adalah bahwa saat ini masyarakat modern sangat bergantung pada elektronik, ponsel dan satelit daripada sebelumnya," katanya.
Sebelumnya, National Academy of Sciences, dua tahun lalu, telah memperingatkan, jaringan daya, GPS navigasi, perjalanan udara, jasa keuangan dan komunikasi radio darurat bisa terganggu oleh aktivitas Matahari.
Kerusakan ekonomisnya bisa dua puluh kali lebih parah dari Badai Katrina -- yang menghancurkan New Orleans pada tahun 2005 dan merugikan secara ekonomi sekitar US$ 125 miliar.
Tindakan apa saja yang bisa dipersiapkan suatu negara? Kata Fisher, tindakan pengamanan. Termasuk pembuatan sistem cadangan energi untuk rumah sakit dan pembangkit listrik, pengembangan satelit yang lebih aman.
Saat ini, NASA terus menyelidiki pengaruh badai matahari di bumi dengan menggunakan puluhan satelit. Meneropong seberapa besar potensi ancamannya bagi Bumi.
Jaringan listrik di Inggris akan mengalami panas berlebihan, akan ada gangguan perjalanan udara. Sementara, kerja peralatan elektronik terganggu, alat navigasi, dan satelit utama buatan manusia berhenti beroperasi -- saat Matahari mencapai kekuatan maksimumnya dalam beberapa tahun.
Ilmuwan senior NASA yakin, Bumi akan terpukul oleh tenaga magnetis dari jilatan api Matahari dalam level yang tak diketahui, setelah Sang Surya 'bangun dari tidurnya yang panjang' suatu hari di tahun 2013. Demikian diungkap dalam artikel yang ditulis di The Daily Telegraph.
Dalam peringatan terbarunya, NASA mengatakan, badai superkuat akan memukul bumi seperti 'kilat'. Efeknya, bisa mengakibatkan bencana bagi kesehatan di dunia, layanan gawat darurat dan juga kemanan nasional -- kecuali tindakan pencegahan sudah diambil sebelumnya.
Para ilmuwan percaya, badai matahari dapat merusak segala sesuatu, dari sistem layanan darurat, peralatan rumah sakit, sistem perbankan dan perangkat kontrol lalu lintas udara, hingga barang-barang sehari-hari seperti komputer dan iPod.
Karena ketergantungan manusia pada perangkat elektronik, yang sensitif terhadap energi magnetik, badai matahari bisa berarti kerugian besar dan berpotensi menjadi masalah serius bagi pemerintahan suatu negara.
"Kita tahu bahwa badai matahari akan datang, tapi kita tidak tahu seberapa buruk yang akan terjadi ," kata direktur divisi Heliophysics NASA, Dr Richard Fisher, seperti dimuat laman Telegraph, 14 Juni 2010.
"Ini akan mengganggu kerja perangkat komunikasi seperti satelit dan navigasi mobil, perjalanan udara, sistem perbankan, komputer, segala sesuatu yang elektronis. Ini akan menimbulkan masalah besar bagi dunia."
Sebagian wilayah Bumi akan kehilangan tenaga listrik. Dan untuk memperbaiki kerusakan yang ada, membutuhkan waktu yang tak sebentar.
Dalam konferensi cuaca baru-baru ini diselenggarakan di Washington DC, yang dihadiri para ilmuwan NASA, pembuat kebijakan, peneliti dan pejabat pemerintah, peringatan bahaya badai matahari diberitahukan.
Ini, kata Fisher, bukan sekedar peringatan, melainkan peringatan yang paling komperehensif. Badai, yang akan menyebabkan Matahari mencapai suhu lebih dari 10.000 F atau 5.500 derajat celcius -- sesuatu yang jarang terjadi.
Setiap siklus 22 tahun, energi magnetik Matahari mencapai puncaknya, sementara, jumlah bintik matahari (flare) mencapai maksimum setiap 11 tahun.
Kejadian pada 2013 menggabungan dua fenomena tersebut dan menghasilkan tingkat radiasi besar. Dia mengatakan sebagian besar wilayah dunia bisa menghadapi hidup tanpa listrik selama beberapa bulan, meskipun dia mengakui bahwa itu tidak mungkin.
Alternatif yang lebih mungkin adalah bahwa daerah yang luas, termasuk Eropa Utara dan Inggris yang memiliki jaringan listrik yang rapuh akan mengalami kelumpuhan energi, hidup tanpa listrik selama beberapa jam, atau beberapa hari.
Kata Fisher, persiapan harus dilakukan, pada level sama seperti menghadapi angin topan -- saat pemerintah tahu bencana sudah dekat namun tak tahu seberapa besar kerusakan yang akan terjadi.
"Saya pikir, yang jadi masalah utama adalah bahwa saat ini masyarakat modern sangat bergantung pada elektronik, ponsel dan satelit daripada sebelumnya," katanya.
Sebelumnya, National Academy of Sciences, dua tahun lalu, telah memperingatkan, jaringan daya, GPS navigasi, perjalanan udara, jasa keuangan dan komunikasi radio darurat bisa terganggu oleh aktivitas Matahari.
Kerusakan ekonomisnya bisa dua puluh kali lebih parah dari Badai Katrina -- yang menghancurkan New Orleans pada tahun 2005 dan merugikan secara ekonomi sekitar US$ 125 miliar.
Tindakan apa saja yang bisa dipersiapkan suatu negara? Kata Fisher, tindakan pengamanan. Termasuk pembuatan sistem cadangan energi untuk rumah sakit dan pembangkit listrik, pengembangan satelit yang lebih aman.
Saat ini, NASA terus menyelidiki pengaruh badai matahari di bumi dengan menggunakan puluhan satelit. Meneropong seberapa besar potensi ancamannya bagi Bumi.
20 Fakta Mengerikan Mengenai Masa Depan Kita dan Bumi
Para ilmuwan berspekulasi mengenai perubahan-perubahan komposisi bumi, apakah itu tentang pemanasan global atau sumber daya mineral yang sudah mulai merosot. Marilah kita mengamati bagaimana kita secara perlahan namun pasti menuju kepada kehancuran yang dibuat oleh tangan kita sendiri.
Jadi bagaimanakah masa depan kita dan bumi yang kita diami ini? Berikut ini fakta-faktanya:
1. Pemanasan global adalah satu peristiwa yang tak bisa dielakkan yang mempengaruhi kondisi iklim di bumi. Badai yang menghancurkan, gelombang air pasang, tsunami dan kelaparan akibat kekeringan akan terus berlanjut meskipun usaha-usaha untuk mengendalikan polusi dan kerusakan lingkungan telah dilakukan. Bumi berusaha untuk terus eksis dengan melakukan perbaikan alami, tetapi kita manusia akan menerima akibatnya dikarenakan proses perbaikan itu sangat dahsyat dan tidak terkendali.
2. Peningkatan kecil rotasi bumi diakibatkan ketidakseimbangan isi kandungan perut bumi yang terkuras, bisa mempengaruhi kita dengan berbagai cara. Banjir dahsyat yang menenggelamkan segalanya, atau gletser-gletser yang menghilang selamanya. Itu bisa berarti kekurangan air, pangan dan merajalelanya penyakit serta meluasnya kelaparan. Beberapa spesies hewan dan tanaman menjadi punah.
3. Terjadinya perubahan pola peruntukan tanah, di mana sekarang lebih banyak orang-orang hidup di kota-kota besar dibanding dengan di daerah pedesaan. Kota-kota penuh sesak sehingga harus memperluas areal untuk perumahan ke wilayah pedesaan dengan mengorbankan tanah pertanian. Kota besar yang kumuh dan kotor mengganggu kesehatan manusia dan menimbulkan bibit-bibit penyakit baru.
4. Produksi minyak mengalami peningkatan tahun 2008 dan 2018 akan mencapai puncaknya, dan itu berarti awal dari penurunan. Ini bisa menjadi pencetus suatu resesi energi global, konflik antar negara yang memperebutkan lahan minyak dan juga sumber makanan. Minyak sangat penting bagi setiap bangsa untuk melanjutkan aktivitas produksinya, termasuk pertanian dan peternakan. Kedepannya, menipisnya kandungan minyak di bumi bisa mempengaruhi hidup seluruh manusia di bumi secara signifikan.
5. Mobil mempunyai andil sebesar 3/4 dari semua gas buang yang dipancarkan alat transportasi. Sejak saat ini, dunia akan dipenuhi lebih dari satu milyar mobil yang berkeliaran di jalan-jalan di tahun 2030 dan akan bertambah hingga satu milyar lagi di tahun 2050. Hal berhubungan dengan 75% peningkatan CO2 selama setahun di atmosfer berasal dari pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi, gas bumi dan batu bara), sedangkan sekitar 20% CO2 yang memasuki atmosfer bumi berasal dari pembakaran BBM pada mesin-mesin kendaraan bermotor, selebihnya 80% emisi CO2 bersumber dari pembakaran bahan bakar fosil oleh mesin pembangkit tenaga listrik.
6. Karena peningkatan suhu udara akibat meningkanya kadar CO2, maka sedikit uap air bertahan di udara untuk membentuk awan. Hal ini berarti hujan akan menjadi lebih sedikit, dan secara langsung berakibat hasil produksi pertanian juga menurun. Akan terjadi di sekitar tahun 2020 di mana terjadi suatu periode yang sulit dan air bah tiba-tiba meningkat di semua bagian dari benua Eropa, karena mencairnya es di Kutub Utara. Sedangkan populasi penduduk bumi akan mencapai 7,7 milyar orang.
7. Sejak Hari Bumi yang pertama tahun 1970 hingga awal millennium baru, manusia telah membuat peningkatan emisi (gas buang) rumah kaca sebesar 70%.
8. Atmosfer bumi sekarang mengandung 40% lebih banyak CO2 dibandingkan dengan di awal Revolusi Industri.
9. Hasil pembakaran bahan bakar fosil dewasa ini menambah hampir 6 milyar ton CO2 ke dalam atmosfer bumi setiap tahunnya. Hanya separuhnya yang diserap oleh hutan-hutan dan samudera.
10. Hutan hujan pernah meliputi 14% dari permukaan bumi. Sekarang hanya tersisa sekitar 6% dan menurut perkiraan para ahli hutan hujan yang tersisa itu akan habis dikonsumsi kurang dari 40 tahun. 1 sampai 1,5 hektar hutan hujan lenyap setiap 1 detik sebagai konsekuensi tragis pembangunan di negara-negara industri dan berkembang.
11.Hampir separuh dari semua jenis flora, fauna dan mikro organisme akan musnah atau pasti terancam kepunahan dalam seperempat abad ke depan disebabkan oleh penebangan hutan-hutan hujan.
12. Perkiraan para ahli bahwa kita sedang kehilangan 137 jenis tanaman, hewan dan serangga setiap harinya karena penebangan hutan-hutan hujan. Atau sama dengan 50.000 jenis setiap tahunnya. Seiring dengan lenyapnya spesies-spesies di hutan hujan, demikian juga dengan berbagai macam pengobatan penyakit-penyakit yang mengancam hidup manusia. Sekarang ini, 121 obat-obatan yang dijual ke seluruh dunia berasal dari tanaman obat-obatan. Sementara itu 25% dari perusahaan obat-obatan di Barat mengambil bahan dari ramuan tanaman dari hutan hujan, dan lebih sedikit 1% dari pohon-pohon dan tanaman-tanaman tropis ini telah diuji coba oleh para ilmuwan.
13. Penebangan hutan yang merajalela sekarang ini menyumbang 20% polusi pemanasan global diakibatkan oleh terhambatnya penyerapan kembali CO2.
14. Wabah penyakit terus bertambah baik ragam maupun jumlahnya karena polusi udara, air dan tanah meningkat, terutama sekali terjadi di negara-negara dengan pendapatan rendah.
15. Di tahun 2030 sekitar 18% dari gugusan karang laut akan lenyap karena perubahan iklim dan lingkungan. Dalam 2030 ini populasi penduduk dunia akan mencapai 8,3 milyar.
16. Tahun 2040 laut di Kutub Utara akan mengalami musim panas yang pertama tanpa es.
17. Karena menghilangnya gletser dan terjadi musim kering yang panjang, produksi listrik dari pembangkit listrik tenaga air akan berkurang.
18. Luas padang pasir di permukaan bumi mengalami peningkatan disebabkan menaiknya suhu bumi. Pada akhir tahun 2007, Australia kehilangan 25% produksi pangannya karena hal ini.
19. Kadar karbon monoksida (CO) di atmosfer bumi terus meningkat.
20. Efek berbahaya dari aktivitas manusia dapat mempengaruhi sistem global dengan cara yang negatif. Perang, sebagai contoh, dapat menghancurkan bumi dalam berbagai jalan; pembunuhan massal, berkembangnya kelaparan dan penyakit, pembakaran bahan bakar fosil secara besar-besaran oleh mesin-mesin perang, termasuk juga pembabatan hutan dan pengambilan batu-batuan dan tanah untuk perbaikan kembali infrastruktur yang rusak.
Sebuah pertanyaan untuk kita semua; apakah upaya kita untuk ikut membantu kelestarian alam sekarang ini bisa memberi dampak yang berarti dan signifikan, ataukah secara ironi aktivitas kita lainnya malah mempercepat kerusakan dan kehancuran bumi?
Hotel Anti Bencana
Ancaman pemanasan global, saat ketinggian permukaan laut diperkirakan naik secara ekstrim dan menenggelamkan sebagian planet Bumi, menjadi inspirasi perusahaan arsitektur Rusia, Remistudio.
Dalam program arsitektur penanggulangan bencana International Union of Architects, Remistudio merancang sebuah hotel yang bisa berperan sebagai bahtera penyelamat, kalau-kalau bencana dahsyat terjadi. Namanya, Ark Hotel. Bisa didirikan di laut atau darat.
Ini mungkin terdengar seperti perpaduan kisah bahtera Nabi Nuh dan cerita film fiksi ilmiah tahun 1970-an. Namun, hotel berbentuk kerang ini memang didesain tahan banjir akibat kenaikan ekstrim permukaan air laut. Juga terhadap gelombang. Ark Hotel dapat mengapung dan timbul secara otomatis di permukaan air.
Tak hanya itu, hotel ini juga tahan gempa, dan bisa didirikan di daerah yang berbahaya secara seismik. Arsiteknya mengklaim, desain yang terdiri dari konstruksi busur dan kabel dengan bantalan bisa mendistribusikan berat secara merata saat terjadi lindu.
Selain itu, struktur bawah tanahnya berbentuk tempurung, tanpa tepian atau sudut. Hotel raksasa yang mengambang ini diklaim juga sebagai 'biosfer', surga yang nyaman bagi para penghuninya, bahkan saat bencana sekalipun.
Desain hotel futuristik ini menggunakan panel matahari dan instalasi pengumpul air hujan, menjamin ketersediaan energi, juga air bagi para penghuninya.
Lingkungan yang mirip rumah kaca juga memungkinkan tanaman tumbuh subur, membantu meningkatkan kualitas udara dan juga menyediakan makanan.
Selain itu, strukturnya yang tembus pandang membuatnya hemat energi di siang hari. Cukup memanfaatkan energi matahari. Untuk memastikan kualitas cahaya, bingkai kaca dilengkapi pembersih otomatis.
Selain itu, struktur bawah tanahnya berbentuk tempurung, tanpa tepian atau sudut. Hotel raksasa yang mengambang ini diklaim juga sebagai 'biosfer', surga yang nyaman bagi para penghuninya, bahkan saat bencana sekalipun.
Desain hotel futuristik ini menggunakan panel matahari dan instalasi pengumpul air hujan, menjamin ketersediaan energi, juga air bagi para penghuninya.
Lingkungan yang mirip rumah kaca juga memungkinkan tanaman tumbuh subur, membantu meningkatkan kualitas udara dan juga menyediakan makanan.
Selain itu, strukturnya yang tembus pandang membuatnya hemat energi di siang hari. Cukup memanfaatkan energi matahari. Untuk memastikan kualitas cahaya, bingkai kaca dilengkapi pembersih otomatis.
Menurut Alexander Remizov dari Remistudio, ada dua pertimbangan utama dalam desain ini.
"Pertama, meningkatkan pengamanan dan pencegahan terhadap kondisi lingkungan yang ekstrim dan perubahan iklim. Yang kedua adalah melindungi lingkungan alam dari aktivitas manusia," kata dia, seperti dimuat Daily Mail, 10 Januari 2011.
Bahtera ini juga dimaksudkan untuk menjawab tantangan lingkungan global saat ini. Juga untuk mendukung sistem pertahanan hidup.
"Semua tanaman dipilih yang sesuai, efisiensi pencahayaan, dan produksi oksigen. Juga bertujuan untuk menciptakan ruang yang menarik dan nyaman," kata dia.
"Pertama, meningkatkan pengamanan dan pencegahan terhadap kondisi lingkungan yang ekstrim dan perubahan iklim. Yang kedua adalah melindungi lingkungan alam dari aktivitas manusia," kata dia, seperti dimuat Daily Mail, 10 Januari 2011.
Bahtera ini juga dimaksudkan untuk menjawab tantangan lingkungan global saat ini. Juga untuk mendukung sistem pertahanan hidup.
"Semua tanaman dipilih yang sesuai, efisiensi pencahayaan, dan produksi oksigen. Juga bertujuan untuk menciptakan ruang yang menarik dan nyaman," kata dia.
Remizov menambahkan, atap hotel yang transparan menjamin ada cukup cahaya bagi tanaman dan untuk menerangi interior.
Perancangnya mengklaim, Ark Hotel bisa didirikan hanya dalam waktu beberapa bulan di seluruh bagian dunia. "Bagian-bagiannya bisa disatukan dalam waktu tiga sampai empat bulan," kata Remizov.
Hingga kini hotel ini masih berbentuk rancangan, para arsiteknya sedang mencari investor untuk membuatnya nyata. Selain jadi hotel yang nyaman untuk rehat, Ark Hotel bisa menjelma menjadi lokasi pengungsian di masa depan.
Hingga kini hotel ini masih berbentuk rancangan, para arsiteknya sedang mencari investor untuk membuatnya nyata. Selain jadi hotel yang nyaman untuk rehat, Ark Hotel bisa menjelma menjadi lokasi pengungsian di masa depan.
Langganan:
Postingan (Atom)
About Me
- AcTionTen




